Senin, 25 Oktober 2021

CERPEN PAK GURU

 

PASIR DAN BATU

Diceirtakan terdapat dua orang sahabat yang tengah melakukan perjalanan bersama, sebut saja mereka Budi dan Danu. Saat di perjalanan, mereka terlibat pertikaian yang membuat Danu menampar Budi. Meski tak membalas perbuatan Danu, Budi pun menulis kejahatan sahabatnya di atas pasir.



Meski terdapat pertikaian antara keduanya, tetapi kedua sahabat ini tetap melanjutkan perjalanan mereka. Sampai pada pertengahan jalan, Budi tergelincir dan masuk ke dalam sungai. Meski sempat kesal dengan sahabatnya, Danu tetap menolong Budi yang hampir tenggelam.


Mendapat kebaikan dari Danu, Budi kembali menuliskan apa yang sudah terjadi padanya pada batu. Hal ini kemudian membuat Danu terheran, mengapa Budi menuliskan kejahatan sebelumnya pada pasir, sementara kebaikannya ditulis pada batu?


Melihat sahabatnya kebingungan, Budi menjawab bahwa tulisan pada pasir bisa dihempaskan oleh angin. Di mana hal ini menunjukan bahwa kejahatan bisa dimaafkan. Sedangkan kebaikan diukir pada batu tidak akan mudah dihapus oleh pasir. Sama halnya dengan kebaikan yang harus selalu diingat.


Adapun perumpamaan dari dongeng anak pendek di atas mengajarkan anak mama untuk selalu mengingat kebaikan dan memaafkan kejahatan orang lain atas dirinya.

DONGEN PAK GURU

 

BURUNG GAGAK PEMBOHONG


Pernah dengar cerita anak Gagak Sang Pembohong?
Cerita ini sangat terkenal karna pesan moral didalamnya.

Saking bagusnya, dari sekian cerita anak, cerita Gagak Sang Pembohong menjadi cerita anak favorit yang masuk pembelajaran di sekolah-sekolah.

Cerita ini sangat pas dibacakan kepada anak kita sebagai pengiring tidur.

Cerita anak ini mengisahkan kehidupan lima sekawan hewan.
Langsung saja yuk.

Pada suatu hari di hutan belantara, tinggalah lima hewan serangkai.
Mereka adalah si gagak, si rusa, si gajah, si jerapah, dan si kancil.

Mereka berlima sepakat tinggal berdekatan supaya bisa mencari makan bersama-sama pada pagi hari, siang hari ataupun malam hari.

Pada suatu dini hari (subuh-subuh), tidak seperti biasanya, gagak pergi lebih dulu mencari makan ke tengah hutan sekaligus jalan-jalan tanpa mengajak siapapun.

Gagak mengepakkan sayapnya meninggalkan peraduanya, sementara teman yang lain masih tertidur kecuali si rusa.

“Oii Gak, pagi-pagi banget berangkatnya, mau ngapain sih? tanya si Rusa.
“Mau cari cemilan buat ganjel, habis aku lapar banget Saa, sekalian jalan-jalan santai juga… jawab si Gagak.

Sesampainya di tengah hutan tidak jauh dari tempat peraduanya, gagak menemukan beberapa buah kecapi lalu ia santap dengan lahap.

“Hmmmm yaammmm enak juga nyemil subuh-subuh…”

Buah demi buah habis Gagak santap dengan nikmatnya.
Tidak cukup kecapi, Gagak juga berburu cacing tanah…

“Hmmm rasa spagethi, enak bangett!”

Setelah dirasa cukup kenyang, gagak terbang ke tempat lebih tinggi agar bisa melihat dari atas… ia penasaran apakah teman-temannya sudah bangun?

Dan ternyata masih tertidur termasuk rusa.

“Lho kok Rusa tidur lagi, haduhhhh dehhh…”

Selanjutnya dalam cerita Gagak Sang Pembohong,

Gagak mulai usil…
Melihat teman nya masih tidur, Gagak ingin buat kejutan sekaligus mengerjai ke-empat temanya dengan maksud bercanda.

Gagak lalu mengepakkan sayapnya turun ke tanah. Begitu sampai di tanah ia berteriak keras dengan suara melengkingnya,

“Kebakaran!!! Kebakaran!!!
Rusa, Gajah, Kancil, Jerapah tolong aku!
Ada kebakaran! Tolong!”

Suara gagak terdengar oleh si Rusa…

“Aku yakin itu suara si Gagak!”
si rusa langsung membangunkan gajah, jerapah dan juga kancil.

“Bangun Gaes!”
“Kalian dengar kan, itu suara si gagak!”
ucap si rusa sambil menunjuk ke tengah hutan.

“Gagak dalam bahaya, kita harus selamatkan dia!” tegas Rusa.

“Ayo! tancap gas!” balas ketiga teman nya.

Mereka lawan rasa kantuk demi menyelamatkan teman yang satu ini.

Mereka berlari sekencangnya sampai akhirnya tiba di sumber suara dan ternyata yang mereka lihat cuma si Gagak, berdiri tegak di atas tanah…

“Gak kamu baik-baik aja?” tanya si Kancil heran…
“Dimana kebakaranya? Mana apinya?!” tanya si Gajah dengan nafas masih terengah…

Melihat raut panik sambil ngos-ngosan dari teman-teman nya,
Gagak langsung tertawa terbahak-bahak!

“Hahahahaha!!! Tipu dikit, manjur!

“Aku baik-baik saja, gak ada kebakaran kok, cuma bercanda hahaha!”
“Sampe keringetan segala, lucu banget dah kalian! wkwkwkwk!” tambah si Gagak.

si Kancil berkata sambil menggerutu,
“Pantesan! aku sebenarnya udah curiga, kok kebakaran tapi gak ada asapnya! Huh!”

“Sudah capek-capek lawan ngantuk ternyata bercanda! Ahh elah! si Jerapah menimpali dengan kesal…

“Tega kamu Gak, kita gerak cepat demi nyelamatkan kamu…
“kalau kamu bukan teman baik, kita ogah kaya gini…” tutup si rusa.

Si Gajah hanya terdiam, tapi tampak sekali raut kecewa di wajahnya menahan kesal.
Akhirnya mereka berempat berbalik badan dan meninggalkan gagak sendirian di belakang…

“Hahahah bercanda doang yaelahhh… gitu aja ngambek heuheu” tukas si Gagak.
Gagak lalu mengikuti mereka untuk kembali ke tempat peraduan mereka.

Tak lama berselang, mentari mulai naik dan mereka melakuan aktivitas seperti biasa.

Keesokan harinya…
Mereka bangun pagi seperti biasa lalu mencari makan bersama-sama.

Karna tidak menemukan buah kecapi yang matang, gagak terpaksa meninggalkan rombongan teman-temanya lalu pergi ke tengah hutan yang berlokasi lebih jauh dari tempat mereka biasa mencari makan.

Karna tidak ketemu juga kecapinya, gagak memutuskan terbang tinggi ke puncak pohon persik. Yang membuatnya semakin jauh dari rombongan teman-temanya…

Si Gagak tengah diincar…
Tanpa disadari, ternyata dari atas bukit, tidak jauh dari puncak pohon persik, ada seekor elang yang memantau gagak dan bersiap-siap memangsanya.

Elang terbang secara perlahan mendekati gagak, pada jarak kira-kira 500 meter,
Gagak yang asyik menyantap buah persik baru sadar ada elang yang terbang kencang ke arahnya,

Gagak kaget setengah mati, ia sontak langsung terbang menjauhi elang menuju ke tempat teman-temanya berada…

Apa daya, elang sudah terlanjur dekat lalu mencakar serta mencengkram sayap gagak.
Gagak langsung berontak sehingga lepas dari cengkraman elang,

Tapi, cengkraman elang tadi menyebabkan sayap gagak terkoyak dan berterbangan di udara…
Elang terus mengejar gagak yang berusaha kabur…

Lalu Gagak berteriak lantang…

“Tolong!! ada Elang mau memakanku!
Jerapah, Gajah, Kancil, Rusa tolong aku, tolong!!”

Mendengar teriakan gagak, si rusa berkata dengan santai,
“Gak usah panik gaes, paling dia cuma bercanda…”

“Betul, paling kita cuma diketawain lagi…”
si jerapah menambahkan.

Tak ada satupun yang beranjak pergi menolong gagak…
Sementara gagak terus berusaha menghindari terkaman elang sambil terus berteriak…

Di sisi lain, si kancil merasa ada yang aneh, meski yang diucapkan teman-temanya itu masuk akal..
“Kalau memang bercanda, kenapa suara gagak merintih sekali…” pikirnya.

Si kancil akhirnya bergegas ke tengah hutan untuk mencaritau lalu tanpa disengaja wajahnya kejatuhan bulu sayap si gagak.

“Hah! ini bulu si gagak!” ia lalu melihat ke atas langit dan melihat gagak benar-benar sedang dikejar elang.

Si kancil kembali ke tempat teman-temannya dan menujukkan bulu gagak sambil berkata,

“Gaes! Gagak tidak berbohong, dia benar-benar butuh bantuan kita!
Kalau kita tidak segera pergi, ia bisa tewas di tangan elang!

Rusa, Gajah, & Jerapah bangkit dan berlari mengikuti si kancil yang menunjukkan TKP.

Gagak mulai sempoyongan lalu jatuh menuju tanah, elang lalu menukik ke arah gagak untuk menyambar tubuh gagak…

Gagak hampir mati
“Bukkk…”
Tubuh Gagak jatuh ke tanah. Untungnya, di saat yang bersamaan keempat temannya tiba dan langsung menghampiri gagak yang terkulai lemas di tanah.

Mereka berempat mengitari tubuh gagak sambil menyoraki elang agar gagak terlindung dari terkaman elang.

Karna sudah terlalu dekat, elang membelokkan arah terkamanya dan malah menabrak telinga si Gajah,
lalu Gajah menghempaskan daun telinganya yang membuat elang terlempar jauh ke depan…

Melihat kalah jumlah, elang langsung terbang jauh meninggalkan mereka berlima.

“Gagak kau masih hidup kan?
“Banyak sekali bulunya yang terkoyak!” tanya si kancil panik…

“Lihat darahnya cukup banyak!” tunjuk si jerapah…
“Maafin kami tidak menghiraukan teriakanmu Gak, kukira kau akan menertawai kita lagi”
sahut si gajah menyesal…

Dengan lemas gagak berkata,
“Tenang, ini gak seberapa kok,
Makasih banget Gaess udah mau nolong…”

“Anggap saja luka ini untuk menebus dustaku terhadap kalian kemarin…”

“Maafin aku gaess, aku sangat menyesal, maafin aku…”
Gagak menundukkan kepala sambil menitikkan air mata…

“Sudah Gak sudah, sudah kami maafkan,
“Yang penting sekarang lukamu harus segera diobati…” saran si jerapah.

“Iya benar ayo kita pulang, ajak si kancil…
“Naiklah ke pundakku Gak” pinta si rusa.

Akhirnya, mereka berlima pergi meninggalkan lokasi dibawah terik sang mentari…

Sejak saat itu, Gagak tidak pernah berniat untuk membohongi teman-teman nya lagi…

CERITA SELESAI.

Pesan Moral:
1. Jangan sekali-kali berbohong pada siapapun meski cuma bercanda.
Karna berbohong bisa merusak kepercayaan orang lain terhadap kita.
Ketika sudah tidak ada lagi yang percaya, nyawa kita bisa jadi taruhan nya.

2. Bantulah teman/saudara yang meminta tolong padamu.
Karna setiap pertolongan yang kita berikan akan berbalik ke diri kita sendiri.
Saat kita menolong orang lain sesungguhnya kita sedang menolong diri kita sendiri 🙂

Selasa, 19 Oktober 2021

PETIR MENGAMUK

PETIR MENYAMBAR ANGGOTA TNI DAN REKANYA.




Yth  : Dandim 1409/Gowa.

Dari : Plh. Danunit Inteldim 1409/Gowa.


Perihal : Korban Anggota TNI dan Warga sipil tersambar petir di Desa Timbuseng Kec.Pattallassang Kab. Gowa.


I. Fakta - fakta :


Pada hari Selasa Tanggal 19 Oktober 2021 sekitar Pukul 12.00 Wita di Empang milik Sdr. Abd. Rahim Dg. Bantang Umur 45 tahun Desa Timbuseng Kec. Pattallassang Kab. Gowa (Belakang Lapas Narkoba Bollangi) terjadi 2 orang korban tersambar petir masing-masing a.n :


1. Anggota TNI : 


Nama : Abd Kadir, 

Pangkat : Serma 

Nrp : 21040218411283 

Jab. Turyan 4 Kima Dodik Belanegara Rindam XIV/Hsn.

Umur : 42 tahun

Alamat : Jl. Poros Malino Dusun Borong rea Desa Bili Bili Kec. Bontomarannu Kab. Gowa.


2. Masyarakat Umum :


Nama : Jufri  Dg. Jalling 

Umur  : 50 tahun

Pekerjaan : Petani

Alamat : Jl. Poros Malino Dusun Borong Rea Desa Bili Bili Kec. Bontomarannu Kab. Gowa.


II. Kronologis :


A. Menurut keterangan Sdr. Abbas Dg. Emba Umur, 45 tahun, Pek Petani Alamat Jl. Poros Malino Dusun Bonto bonto Desa BorongloeKec. Bontomarannu Kab. Gowa bahwa sekitar Pukul 11.00 Wita Saksi bersama 2 orang korban datang di TKP dengan maksud melihat empang milik Sdr. Abd Rahim Dg. Bantang dengan tujuan ingin kerjasama dengan pemilik empang untuk melakukan pengadaan bibit ikan nila. 


B. Sekitar Pukul 12.00 Wita terjadi hujan deras sehingga saksi bersama kedua korban dan pemilik empang berteduh di gubuk bawah pohon mangga.


C. Sekitar Pukul 13.00 Wita terjadi petir dan menyambar kedua korban dan saksi yang mengakibatkan kedua korban meninggal dunia di TKP dan Sdr. Abbas Dg Emba (Saksi) terpental namun selamat selanjutnya Saksi langsung berteriak minta tolong kepada Warga sekitar dan menghubungi aparat setempat.


D. Pukul 13.25 Wita Kapten Arh. Muchlis (Paurpam Rindam XIV/Hsn) dan Aiptu Syahabuddin (Kanit Intel Polsek Bontomarannu) beserta Personil Unit Intel Kodim 1409/Gowa tiba di TKP.


E. Pukul 14.00 Wita Korban Jenazah Jufri Dg Jalling dievakuasi oleh pihak keluarga ke rumah duka di Jl. Poros Malino Dusun Borong Rea Desa Bili Bili Kec. Bontomarannu Kab. Gowa


F. Pukul 14.15 Wita Tim kes dari Polkes Rindam XIV/Hsn dpp dr. Lettu Ckm. Hendra Prima (Dokter Polkes Rindam XIV/Hsn tiba di TKP dan mengidentifikasi jenazah Serma Abd. Kadir.


G. Pukul 14.35 Wita Jenazah Serma Abd. Kadir dievakuasi ke RS. Pelamonia Kota Makassar untuk di Visum.


III. Akibat kejadian :


A. Kerugian Personil : Serma Abd Kadir dan Sdr. Jufri Dg. Jalling meninggal dunia di TKP akibat tersambar petir sementara 1 orang saksi an. Sdr. Abbas Dg  Emba (Saksi) selamat dari kejadian.


B. Kerugian materil : Nihil.


IV. Langkah dan tindakan.


A. Kapten Arh Muchlis) dan Aiptu Syahabuddin (Kanit Intel Polsek Bontomarannu) beserta Personil Unit Intel Kodim 1409/Gowa tiba di TKP dan mengevakuasi korban.


B. Mengumpulkan keterangan dari saksi - saksi untuk pulbaket.


C. Berkoordinasi dengan Aparat terkait.


D. Melaporkan ke Komando atas.


V. Catatan :


A. Keberadaan kedua korban bersama saksi di TKP untuk berkoordinasi dengan Sdr. Abd Rahim Dg. Bantang (Pemilik Empang) untuk rencana kerjasama mengolah empang.


B. TKP (Empang) berada di depan rumah Sdr. Abd. Rahim Dg. Bantang (Pemilik empang) yang berada dibelakang Lapas Narkoba Bollangi.


C. Wilayah Kec. Pattallassang sangat rawan terjadi petir pada saat musim hujan.


Demikian dilaporkan.

_Gowa merah putih._


.

Senin, 18 Oktober 2021

PEMBUNUHAN DILORONG 41

 Pembunuhan Dilorong 41 Kelurahan Maradekaya Kec. Makassar Kota Makassar.




Sungguh sangat tragis, Telah terjadi pembunuhan di Lorong 41 Kelurahan Maradekaya Kec. Makasar Kota Makassar. Kejadian naas ini hanya dipicu dengan sebuah permasalahan sepele, menurut penuturan pelaku, Korban menatap pelaku dan menegurnya dengan nada tinggi sehingga pelaku merasa tersinggung dan meluncurkan serangan dengan menggunakan badik.

Korban yang tergeletak tak sadarkan diri itu nyawanya sudah tidak tertolong lagi karna mengalami pendarahan yang banyak. 

Warga tidak berani menolong karna korban sudah meninggal dunia, menunggu aparat kepolisian datang dan mengevakuasi korban dari TKP.


TAULADAN YANG BAIK ITU SIAPA?

 MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW.

 Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting bagi umat Islam. Berbagai hadits tentang maulid Nabi Muhammad telah menjelaskan hal tersebut dengan gamblang.

Lalu apa saja hadits tentang maulid Nabi Muhammad tersebut? Simak artikel ini sampai habis.

Perlu diketahui, Maulid nabi merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yakni pada tanggal 12 robiul awal. Hari tersebut kerap diperingati oleh sebagian umat muslim dengan berbagai acara keagamaan seperti doa bersama, kajian Islam, hingga kegiatan amal. 

Peringatan tersebut bertujuan untuk memuliakan serta menghayati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dikutip dari unisia.ac.id, berdasarkan catatan Sayyid al-Bakri, pelopor kegiatan Maulid Nabi adalah al-Mudzhaffar Abu Sa’id, seorang raja di daerah Irbil, Baghdad.

Baca Juga: Bacaan Sholawat Maulid Nabi Muhammad SAW, Lengkap dengan Artinya

Peringatan maulid Nabi pada masa itu dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan dengan berkumpul di suatu tempat. Mereka bersama-sama membaca Al-Qur’an, membaca sejarah kehidupan dan perjuangan Rasulullah, melantuntan shalawat dan syair-syair kepada Rasulullah serta diisi pula dengan ceramah agama. [al-Bakri bin Muhammad Syatho, I`anah at-Thalibin, Juz II, hal 364]

Perihal hari kelahiran Nabi Muhammad SAW juga dijelaskan dalam berbagai hadits. Berikut penjelasan hadits tentang maulid Nabi Muhammad. 

1. Hadits tentang memperingati Maulid Nabi

Dilansir dari laman Majelis Ulama Indonesia, merayakan Maulid Nabi merupakan bid'ah Hasanah, yakni sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi maupun para sahabatnya tetapi perbuatan itu memiliki nilai kebaikan dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits. 

Hal tersebut dilandasi oleh sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Nabi SAW juga memperingati hari kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa pada hari tersebut.  Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya pada hari Senin

Baca Juga: Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia, Membaca Manakib Khusus

 “Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (H.R. Muslim)

DUKUNGAN KEPALA SEKOLAH KEPADA PANITIA SPMB DI UPT SPF SD INPRES MACCINI

 Dukungan kepala sekolah terhadap panitia penerimaan siswa baru sangat penting untuk kelancaran dan keberhasilan proses tersebut. Dukungan i...