Selasa, 24 Juni 2025

DUKUNGAN KEPALA SEKOLAH KEPADA PANITIA SPMB DI UPT SPF SD INPRES MACCINI

 Dukungan kepala sekolah terhadap panitia penerimaan siswa baru sangat penting untuk kelancaran dan keberhasilan proses tersebut. Dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan, pembentukan panitia, hingga memastikan transparansi dan objektivitas dalam penerimaan.

Kepala Sekolah UPT SPF SD Inpres Maccini oleh M Ahmad S S.Pd.,M.Pd menuturkan bahwa panitia dan guru-guru di UPT SPF SD Inpres Maccini siap menerima siswa baru dengan pelayanan Humanis, tentunya ini sudah dilakukan setiap hari disekolah menjemput siswa dengan salam,senyum dan sapa dipintu gerbang sekolah.


Man

SISTEM PENERIMAAN SISWA BARU (SPMB)


 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Di UPT SPF SD Inpres Maccini tahun 2025, yang sekarang disebut Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Sekarang sudah dimulai. Jadwal pasti dan detail pendaftaran tertera pada link pendaftaran dan atau terpajang di reklame pendaftaran disekolah, jadi orang tua siswa bisa  memantau atau melihat informasi di Link UPT SPF SD Inpres Maccini  atau bisa langsung datang di UPT SPF SD Inpres Maccini. 

Sedikit informasi bahwa persyaratan usia masuk SD adalah minimal 7 tahun per 1 Juli 2025, namun anak usia 6 tahun dan bahkan 5 tahun 6 bulan bisa diterima jika memenuhi persyaratan tertentu seperti kecerdasan/bakat istimewa dan kesiapan psikis.

• Usia Masuk SD:

Usia minimal 7 tahun per 1 Juli 2025 diprioritaskan. Usia 6 tahun juga diperbolehkan, dan usia 5 tahun 6 bulan bisa diterima jika memiliki kecerdasan/bakat istimewa dan kesiapan psikis, yang dibuktikan dengan rekomendasi dari psikolog atau dewan guru.

• Jalur Pendaftaran:

SPMB memiliki beberapa jalur penerimaan, seperti jalur domisili (berdasarkan tempat tinggal), afirmasi (untuk keluarga tidak mampu dan disabilitas), dan mutasi (untuk perpindahan tugas orang tua/wali).

• Jadwal Pendaftaran:

Jadwal pasti SPMB SD bisa berbeda di setiap daerah, namun umumnya dimulai sekitar bulan Mei atau Juni. Pendaftaran di Kota Bandung, misalnya, dimulai dengan pendataan pada 19 Mei - 20 Juni.

• Pemantauan Informasi:

Calon orang tua/wali murid dianjurkan untuk memantau informasi untuk datang di sekolah terkait jadwal dan prosedur pendaftaran.

Kamis, 25 Agustus 2022

REFERSHMENT DOSEN DAN GURU PAMONG

 Refresmen Dosen dan guru pamong

Pengembangan perangkat pembelajaran.

Pendidikan profesi guru dalam jabatan.

Hari Jumat, 26 Agustus 2022 telah dilaksanakan refereshmen dosen dan guru pamong di Kampus 3 PPG UIN ALAUDDIN MAKASSAR. kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bapak Dekan fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar.

Guru guru pamong yang hadir pada acara tersebut merupakan sebuah apresiasi sekaligus pembimbingan langsung dalam proses PPG yang akan segera dilaksanakan bulan September nanti, sebagai lanjutan dari kegiatan sebelumnya.





Minggu, 05 Desember 2021

Motivator


Mewujudkan Guru yang inspiratif dan inovasi.

 Ungkapan bijak bestari mengatakan: ”Guru biasa memberitahu, guru baik menjelaskan. Guru ulung memeragakan, guru hebat mengilhami, guru inspiratif memantik ide dan kreativitas, mencerahkan dan mencerdaskan”.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, ditegaskan bahwa, ”Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama, mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”.

Substansi dan fokus pendidikan adalah proses pembelajaran yang terjadi dalam diri peserta didik dan mampu menyentuh seluruh aspek kehidupan sehingga terjadilah proses pencerdasan pada seluruh lini kehidupan. Pikirannya harus dicerdaskan, emosionalnya harus dicerdaskan, potensi raga dan keseluruhan aspek kepribadiannya pun harus dicerdaskan. Jika seluruh domain kehidupan seseorang dicerdaskan maka lingkungannya pun akan tercerahkan. 

Sekolah dibangun atas suatu ”philosophical foundation” bahwa dengan diciptakannya sekolah ”human growth and development” peserta didik dapat terbentuk secara optimal. Lembaga ini sesungguhnya merupakan suatu tempat berkumpulnya anak usia sekolah tertentu dengan lingkungan dan suasana tertentu sehingga anak memperoleh kesempatan belajar yang diharapkan. Jadi, jantung setiap sekolah/lembaga pendidikan pada dasarnya ialah interaksi guru dan murid dalam proses belajar-mengajar. Dengan demikian, yang perlu diupayakan adalah bagaimana agar guru dapat mengajar dengan baik dan siswa dapat belajar dengan efektif dan efisien.

Tentunya guru dalam melaksanakan perannya, hendaknya memperhatikan aspek-aspek pendidikan, yaitu kewibawaan, identifikasi, mengenal perkembangan jiwa, dan mengenal perbedaan individual siswa. Kewibawaan guru bergantung pada sikap guru terhadap siswa-siswanya. Di antara sikap-sikap yang dapat menimbulkan kewibawaan, yaitu sikap tegas, konsekuen, menghargai, dan menyayangi siswa-siswanya.

Dalam mengenal perkembangan kejiwaan, diharapkan guru dapat membimbing berdasarkan kasih sayang (rasa cinta), adil, dan menumbuhkan perasaan-perasaan itu dengan penuh tanggung jawab. Guru juga diharapkan dapat mengenal perbedaan individual siswa. Guru tidak hanya memperhatikan pekembangan intelektual saja, tetapi juga harus memperhatikan perkembangan seluruh pribadi siswa, baik jasmani, rohani, sosial, maupun yang lainnya sesuai dengan hakikat pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar siswa pada akhirnya dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupannya sebagai insan yang dewasa (Soejipto dan Kasasi dalam D. Deni Koswara 2008: 6). Ilmu psikologi meyakini bahwa anak didik bukanlah gelas kosong yang harus diisi, tetapi api yang harus dinyalakan. Teori tersebut semakin memperkokoh keyakinan bahwa pendidikan juga merupakan proses untuk menghidupkan api cinta dan semangat dalam diri anak untuk terus mencari ilmu tanpa henti (D. Deni Koswara dan Halimah, 2008:12).

Atas asumsi di atas, proses pendidikan semestinya diarahkan pada pembangkitan daya kreativitas siswa dalam mengeksplorasi sekaligus mengolah informasi yang didapat sembari memelihara daya kritis anak demi menjaga validitas informasi yang diperolehnya. Sementara itu, kreativitas akan tumbuh ketika terdapat ruang dan peluang yang cukup luas untuk berekspresi ”sesuka hati”. Komunikasi timbal balik yang seimbang antara anak didik dengan pendidik, harus mampu menyediakan ruang yang dibutuhkan itu. Dalam praktiknya di dalam kelas, guru seolah-olah berada dalam status quo yang tak dapat diganggu gugat dan tidak ada orang yang tahu bagaimana ia melakukan tugasnya. Pada tataran ini, guru memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk memengaruhi atau bahkan mengarahkan sistem menuju pencapaian tujuan pendidikan.

Mencermati kondisi pendidikan dan pembelajaran saat ini, guru-guru umumnya terbelenggu oleh ketentuan administratif yang harus dipatuhi seperti target pencapaian kurikulum, ketuntasan belajar, silabus, RPP, penilaian dan perangkat lainnya yang senantiasa berubah. Karakteristik seperti ini yang disorot banyak kalangan sebagai guru kurikulum. Sehingga dalam kegiatannya di kelas sangat jarang guru dalam interaksi dengan siswa-siswanya mampu mengembangkan dan memaksimalkan potensi kreativitas yang dimiliki oleh mereka. Cc

Senin, 25 Oktober 2021

CERPEN PAK GURU

 

PASIR DAN BATU

Diceirtakan terdapat dua orang sahabat yang tengah melakukan perjalanan bersama, sebut saja mereka Budi dan Danu. Saat di perjalanan, mereka terlibat pertikaian yang membuat Danu menampar Budi. Meski tak membalas perbuatan Danu, Budi pun menulis kejahatan sahabatnya di atas pasir.



Meski terdapat pertikaian antara keduanya, tetapi kedua sahabat ini tetap melanjutkan perjalanan mereka. Sampai pada pertengahan jalan, Budi tergelincir dan masuk ke dalam sungai. Meski sempat kesal dengan sahabatnya, Danu tetap menolong Budi yang hampir tenggelam.


Mendapat kebaikan dari Danu, Budi kembali menuliskan apa yang sudah terjadi padanya pada batu. Hal ini kemudian membuat Danu terheran, mengapa Budi menuliskan kejahatan sebelumnya pada pasir, sementara kebaikannya ditulis pada batu?


Melihat sahabatnya kebingungan, Budi menjawab bahwa tulisan pada pasir bisa dihempaskan oleh angin. Di mana hal ini menunjukan bahwa kejahatan bisa dimaafkan. Sedangkan kebaikan diukir pada batu tidak akan mudah dihapus oleh pasir. Sama halnya dengan kebaikan yang harus selalu diingat.


Adapun perumpamaan dari dongeng anak pendek di atas mengajarkan anak mama untuk selalu mengingat kebaikan dan memaafkan kejahatan orang lain atas dirinya.

DONGEN PAK GURU

 

BURUNG GAGAK PEMBOHONG


Pernah dengar cerita anak Gagak Sang Pembohong?
Cerita ini sangat terkenal karna pesan moral didalamnya.

Saking bagusnya, dari sekian cerita anak, cerita Gagak Sang Pembohong menjadi cerita anak favorit yang masuk pembelajaran di sekolah-sekolah.

Cerita ini sangat pas dibacakan kepada anak kita sebagai pengiring tidur.

Cerita anak ini mengisahkan kehidupan lima sekawan hewan.
Langsung saja yuk.

Pada suatu hari di hutan belantara, tinggalah lima hewan serangkai.
Mereka adalah si gagak, si rusa, si gajah, si jerapah, dan si kancil.

Mereka berlima sepakat tinggal berdekatan supaya bisa mencari makan bersama-sama pada pagi hari, siang hari ataupun malam hari.

Pada suatu dini hari (subuh-subuh), tidak seperti biasanya, gagak pergi lebih dulu mencari makan ke tengah hutan sekaligus jalan-jalan tanpa mengajak siapapun.

Gagak mengepakkan sayapnya meninggalkan peraduanya, sementara teman yang lain masih tertidur kecuali si rusa.

“Oii Gak, pagi-pagi banget berangkatnya, mau ngapain sih? tanya si Rusa.
“Mau cari cemilan buat ganjel, habis aku lapar banget Saa, sekalian jalan-jalan santai juga… jawab si Gagak.

Sesampainya di tengah hutan tidak jauh dari tempat peraduanya, gagak menemukan beberapa buah kecapi lalu ia santap dengan lahap.

“Hmmmm yaammmm enak juga nyemil subuh-subuh…”

Buah demi buah habis Gagak santap dengan nikmatnya.
Tidak cukup kecapi, Gagak juga berburu cacing tanah…

“Hmmm rasa spagethi, enak bangett!”

Setelah dirasa cukup kenyang, gagak terbang ke tempat lebih tinggi agar bisa melihat dari atas… ia penasaran apakah teman-temannya sudah bangun?

Dan ternyata masih tertidur termasuk rusa.

“Lho kok Rusa tidur lagi, haduhhhh dehhh…”

Selanjutnya dalam cerita Gagak Sang Pembohong,

Gagak mulai usil…
Melihat teman nya masih tidur, Gagak ingin buat kejutan sekaligus mengerjai ke-empat temanya dengan maksud bercanda.

Gagak lalu mengepakkan sayapnya turun ke tanah. Begitu sampai di tanah ia berteriak keras dengan suara melengkingnya,

“Kebakaran!!! Kebakaran!!!
Rusa, Gajah, Kancil, Jerapah tolong aku!
Ada kebakaran! Tolong!”

Suara gagak terdengar oleh si Rusa…

“Aku yakin itu suara si Gagak!”
si rusa langsung membangunkan gajah, jerapah dan juga kancil.

“Bangun Gaes!”
“Kalian dengar kan, itu suara si gagak!”
ucap si rusa sambil menunjuk ke tengah hutan.

“Gagak dalam bahaya, kita harus selamatkan dia!” tegas Rusa.

“Ayo! tancap gas!” balas ketiga teman nya.

Mereka lawan rasa kantuk demi menyelamatkan teman yang satu ini.

Mereka berlari sekencangnya sampai akhirnya tiba di sumber suara dan ternyata yang mereka lihat cuma si Gagak, berdiri tegak di atas tanah…

“Gak kamu baik-baik aja?” tanya si Kancil heran…
“Dimana kebakaranya? Mana apinya?!” tanya si Gajah dengan nafas masih terengah…

Melihat raut panik sambil ngos-ngosan dari teman-teman nya,
Gagak langsung tertawa terbahak-bahak!

“Hahahahaha!!! Tipu dikit, manjur!

“Aku baik-baik saja, gak ada kebakaran kok, cuma bercanda hahaha!”
“Sampe keringetan segala, lucu banget dah kalian! wkwkwkwk!” tambah si Gagak.

si Kancil berkata sambil menggerutu,
“Pantesan! aku sebenarnya udah curiga, kok kebakaran tapi gak ada asapnya! Huh!”

“Sudah capek-capek lawan ngantuk ternyata bercanda! Ahh elah! si Jerapah menimpali dengan kesal…

“Tega kamu Gak, kita gerak cepat demi nyelamatkan kamu…
“kalau kamu bukan teman baik, kita ogah kaya gini…” tutup si rusa.

Si Gajah hanya terdiam, tapi tampak sekali raut kecewa di wajahnya menahan kesal.
Akhirnya mereka berempat berbalik badan dan meninggalkan gagak sendirian di belakang…

“Hahahah bercanda doang yaelahhh… gitu aja ngambek heuheu” tukas si Gagak.
Gagak lalu mengikuti mereka untuk kembali ke tempat peraduan mereka.

Tak lama berselang, mentari mulai naik dan mereka melakuan aktivitas seperti biasa.

Keesokan harinya…
Mereka bangun pagi seperti biasa lalu mencari makan bersama-sama.

Karna tidak menemukan buah kecapi yang matang, gagak terpaksa meninggalkan rombongan teman-temanya lalu pergi ke tengah hutan yang berlokasi lebih jauh dari tempat mereka biasa mencari makan.

Karna tidak ketemu juga kecapinya, gagak memutuskan terbang tinggi ke puncak pohon persik. Yang membuatnya semakin jauh dari rombongan teman-temanya…

Si Gagak tengah diincar…
Tanpa disadari, ternyata dari atas bukit, tidak jauh dari puncak pohon persik, ada seekor elang yang memantau gagak dan bersiap-siap memangsanya.

Elang terbang secara perlahan mendekati gagak, pada jarak kira-kira 500 meter,
Gagak yang asyik menyantap buah persik baru sadar ada elang yang terbang kencang ke arahnya,

Gagak kaget setengah mati, ia sontak langsung terbang menjauhi elang menuju ke tempat teman-temanya berada…

Apa daya, elang sudah terlanjur dekat lalu mencakar serta mencengkram sayap gagak.
Gagak langsung berontak sehingga lepas dari cengkraman elang,

Tapi, cengkraman elang tadi menyebabkan sayap gagak terkoyak dan berterbangan di udara…
Elang terus mengejar gagak yang berusaha kabur…

Lalu Gagak berteriak lantang…

“Tolong!! ada Elang mau memakanku!
Jerapah, Gajah, Kancil, Rusa tolong aku, tolong!!”

Mendengar teriakan gagak, si rusa berkata dengan santai,
“Gak usah panik gaes, paling dia cuma bercanda…”

“Betul, paling kita cuma diketawain lagi…”
si jerapah menambahkan.

Tak ada satupun yang beranjak pergi menolong gagak…
Sementara gagak terus berusaha menghindari terkaman elang sambil terus berteriak…

Di sisi lain, si kancil merasa ada yang aneh, meski yang diucapkan teman-temanya itu masuk akal..
“Kalau memang bercanda, kenapa suara gagak merintih sekali…” pikirnya.

Si kancil akhirnya bergegas ke tengah hutan untuk mencaritau lalu tanpa disengaja wajahnya kejatuhan bulu sayap si gagak.

“Hah! ini bulu si gagak!” ia lalu melihat ke atas langit dan melihat gagak benar-benar sedang dikejar elang.

Si kancil kembali ke tempat teman-temannya dan menujukkan bulu gagak sambil berkata,

“Gaes! Gagak tidak berbohong, dia benar-benar butuh bantuan kita!
Kalau kita tidak segera pergi, ia bisa tewas di tangan elang!

Rusa, Gajah, & Jerapah bangkit dan berlari mengikuti si kancil yang menunjukkan TKP.

Gagak mulai sempoyongan lalu jatuh menuju tanah, elang lalu menukik ke arah gagak untuk menyambar tubuh gagak…

Gagak hampir mati
“Bukkk…”
Tubuh Gagak jatuh ke tanah. Untungnya, di saat yang bersamaan keempat temannya tiba dan langsung menghampiri gagak yang terkulai lemas di tanah.

Mereka berempat mengitari tubuh gagak sambil menyoraki elang agar gagak terlindung dari terkaman elang.

Karna sudah terlalu dekat, elang membelokkan arah terkamanya dan malah menabrak telinga si Gajah,
lalu Gajah menghempaskan daun telinganya yang membuat elang terlempar jauh ke depan…

Melihat kalah jumlah, elang langsung terbang jauh meninggalkan mereka berlima.

“Gagak kau masih hidup kan?
“Banyak sekali bulunya yang terkoyak!” tanya si kancil panik…

“Lihat darahnya cukup banyak!” tunjuk si jerapah…
“Maafin kami tidak menghiraukan teriakanmu Gak, kukira kau akan menertawai kita lagi”
sahut si gajah menyesal…

Dengan lemas gagak berkata,
“Tenang, ini gak seberapa kok,
Makasih banget Gaess udah mau nolong…”

“Anggap saja luka ini untuk menebus dustaku terhadap kalian kemarin…”

“Maafin aku gaess, aku sangat menyesal, maafin aku…”
Gagak menundukkan kepala sambil menitikkan air mata…

“Sudah Gak sudah, sudah kami maafkan,
“Yang penting sekarang lukamu harus segera diobati…” saran si jerapah.

“Iya benar ayo kita pulang, ajak si kancil…
“Naiklah ke pundakku Gak” pinta si rusa.

Akhirnya, mereka berlima pergi meninggalkan lokasi dibawah terik sang mentari…

Sejak saat itu, Gagak tidak pernah berniat untuk membohongi teman-teman nya lagi…

CERITA SELESAI.

Pesan Moral:
1. Jangan sekali-kali berbohong pada siapapun meski cuma bercanda.
Karna berbohong bisa merusak kepercayaan orang lain terhadap kita.
Ketika sudah tidak ada lagi yang percaya, nyawa kita bisa jadi taruhan nya.

2. Bantulah teman/saudara yang meminta tolong padamu.
Karna setiap pertolongan yang kita berikan akan berbalik ke diri kita sendiri.
Saat kita menolong orang lain sesungguhnya kita sedang menolong diri kita sendiri 🙂

Selasa, 19 Oktober 2021

PETIR MENGAMUK

PETIR MENYAMBAR ANGGOTA TNI DAN REKANYA.




Yth  : Dandim 1409/Gowa.

Dari : Plh. Danunit Inteldim 1409/Gowa.


Perihal : Korban Anggota TNI dan Warga sipil tersambar petir di Desa Timbuseng Kec.Pattallassang Kab. Gowa.


I. Fakta - fakta :


Pada hari Selasa Tanggal 19 Oktober 2021 sekitar Pukul 12.00 Wita di Empang milik Sdr. Abd. Rahim Dg. Bantang Umur 45 tahun Desa Timbuseng Kec. Pattallassang Kab. Gowa (Belakang Lapas Narkoba Bollangi) terjadi 2 orang korban tersambar petir masing-masing a.n :


1. Anggota TNI : 


Nama : Abd Kadir, 

Pangkat : Serma 

Nrp : 21040218411283 

Jab. Turyan 4 Kima Dodik Belanegara Rindam XIV/Hsn.

Umur : 42 tahun

Alamat : Jl. Poros Malino Dusun Borong rea Desa Bili Bili Kec. Bontomarannu Kab. Gowa.


2. Masyarakat Umum :


Nama : Jufri  Dg. Jalling 

Umur  : 50 tahun

Pekerjaan : Petani

Alamat : Jl. Poros Malino Dusun Borong Rea Desa Bili Bili Kec. Bontomarannu Kab. Gowa.


II. Kronologis :


A. Menurut keterangan Sdr. Abbas Dg. Emba Umur, 45 tahun, Pek Petani Alamat Jl. Poros Malino Dusun Bonto bonto Desa BorongloeKec. Bontomarannu Kab. Gowa bahwa sekitar Pukul 11.00 Wita Saksi bersama 2 orang korban datang di TKP dengan maksud melihat empang milik Sdr. Abd Rahim Dg. Bantang dengan tujuan ingin kerjasama dengan pemilik empang untuk melakukan pengadaan bibit ikan nila. 


B. Sekitar Pukul 12.00 Wita terjadi hujan deras sehingga saksi bersama kedua korban dan pemilik empang berteduh di gubuk bawah pohon mangga.


C. Sekitar Pukul 13.00 Wita terjadi petir dan menyambar kedua korban dan saksi yang mengakibatkan kedua korban meninggal dunia di TKP dan Sdr. Abbas Dg Emba (Saksi) terpental namun selamat selanjutnya Saksi langsung berteriak minta tolong kepada Warga sekitar dan menghubungi aparat setempat.


D. Pukul 13.25 Wita Kapten Arh. Muchlis (Paurpam Rindam XIV/Hsn) dan Aiptu Syahabuddin (Kanit Intel Polsek Bontomarannu) beserta Personil Unit Intel Kodim 1409/Gowa tiba di TKP.


E. Pukul 14.00 Wita Korban Jenazah Jufri Dg Jalling dievakuasi oleh pihak keluarga ke rumah duka di Jl. Poros Malino Dusun Borong Rea Desa Bili Bili Kec. Bontomarannu Kab. Gowa


F. Pukul 14.15 Wita Tim kes dari Polkes Rindam XIV/Hsn dpp dr. Lettu Ckm. Hendra Prima (Dokter Polkes Rindam XIV/Hsn tiba di TKP dan mengidentifikasi jenazah Serma Abd. Kadir.


G. Pukul 14.35 Wita Jenazah Serma Abd. Kadir dievakuasi ke RS. Pelamonia Kota Makassar untuk di Visum.


III. Akibat kejadian :


A. Kerugian Personil : Serma Abd Kadir dan Sdr. Jufri Dg. Jalling meninggal dunia di TKP akibat tersambar petir sementara 1 orang saksi an. Sdr. Abbas Dg  Emba (Saksi) selamat dari kejadian.


B. Kerugian materil : Nihil.


IV. Langkah dan tindakan.


A. Kapten Arh Muchlis) dan Aiptu Syahabuddin (Kanit Intel Polsek Bontomarannu) beserta Personil Unit Intel Kodim 1409/Gowa tiba di TKP dan mengevakuasi korban.


B. Mengumpulkan keterangan dari saksi - saksi untuk pulbaket.


C. Berkoordinasi dengan Aparat terkait.


D. Melaporkan ke Komando atas.


V. Catatan :


A. Keberadaan kedua korban bersama saksi di TKP untuk berkoordinasi dengan Sdr. Abd Rahim Dg. Bantang (Pemilik Empang) untuk rencana kerjasama mengolah empang.


B. TKP (Empang) berada di depan rumah Sdr. Abd. Rahim Dg. Bantang (Pemilik empang) yang berada dibelakang Lapas Narkoba Bollangi.


C. Wilayah Kec. Pattallassang sangat rawan terjadi petir pada saat musim hujan.


Demikian dilaporkan.

_Gowa merah putih._


.

DUKUNGAN KEPALA SEKOLAH KEPADA PANITIA SPMB DI UPT SPF SD INPRES MACCINI

 Dukungan kepala sekolah terhadap panitia penerimaan siswa baru sangat penting untuk kelancaran dan keberhasilan proses tersebut. Dukungan i...